Komparasi Knalpot Vespa Sprint 150 3V i.e, Adu Empat Merek Lokal

Otomotif Kekinian - Gaya modifikasi hustling look di kalangan pengguna Vespa Sprint 150 3V i.e berimbas pada ramainya aplikasi part pendongkrak tenaga. "Karena konsepnya hustling look, ya sekalian pasang yang berbau dashing, salah satunya knalpot hustling," buka Ivan Octavianus dari Kutu Vespa. Nah, kali ini OTOMOTIF coba kumpulkan beberapa merek knalpot lokal yang dijual kurang dari Rp 2 jutaan, lalu kita lihat peningkatan performanya. 

Sebagai kelinci percobaan, engine tes milik showroom Piaggio Premier Bintaro, Motoplex diangkut ke atas dynamometer Dynojet 250i milik Aerospeed74. Dalam kondisi standar, powernya tembus 10,1 dk di 7.600 rpm dan torsi puncaknya 10,33 Nm pada 5.800 rpm. Pakai knalpot hustling jadi naik berapa ya?



AJM tech3 

Bengkel balap AJM Scooter juga enggak mau ketinggalan. Knalpot Prospeed buatannya punya suara withering adem. "Knalpot ini sengaja dibuat dengan karakter suara adem untuk penggunaan jarak jauh, sehingga powernya yang dimaksimalkan," yakin mantan pembalap nasional, Ahmad Jayadi yang menggawangi AJM Scooter. Powernya withering besar namun torsinya malah lebih kecil ketimbang yang lain. Di putara bawah, AFR-nya kekeringan nih, sebaiknya seting ulang bahan bakar pakai piggyback. 

Prospeed Black Series 

Knalpot Prospeed yang bermarkas di Kebon Jeruk 10 no.5 Jakbar ini, completing nya withering keren. Bahannya stainless dengan silincer diberi cover plastik. Nendang di putaran atas, tepatnya lebih dari 7.500 rpm peningkatan control dan torsinya lebih terasa. Tapi bila dibandingkan dengan standar, air fuel proportion (AFR) jadi terlalu kering di semua putaran mesin, sebaiknya seting ulang pakai piggyback. 

OZZA 01+ 

Knalpot garapan bengkel balap yang bermarkas di Jl Haji Mencong, Ciledug Tangsel banyak dipakai komunitas Kutu Vespa. Untuk mempercantik tampilan, silencer bulatnya diberi aksen aluminum di bagian ujung. Suaranya withering menggelegar dan sedikit pecah. "Sama seperti CLD, knalpot ini menggunakan measurement pipa lumayan besar, cocoknya dicolok ke mesin balap," papar Memet panggilan akrab M. Adi Kurniawan. 

CLD C7 

Knalpot yang diperuntukan untuk mesin balap ini bunyinya berisik banget. Sedangkan urusan control, knalpot seharga Rp 1,2 juta ini mampu dongkrak ½ dk. "Knalpot dengan pipa leher yang lumayan besar ini memang lebih cocok untuk mesin yang sudah persevered," bisik M. Adi Kurniawan, kepala mekanik Aerospeed74 

Hasil Test 

Standar : 10,01 dk @ 8.100 rpm/10,33 Nm @ 5.900 rpm - 

AJM : 10,63 dk @ 8.200 rpm/10,49 Nm @ 5.800 rpm - Rp 1,5 juta 

CLD C7 : 10,50 dk @ 8250 rpm/10,63 Nm @ 5.900 rpm - Rp 1,2 juta 

Ozza Racing : 10,51 dk @ 8.050 rpm/10,60 Nm @ 5.800 rpm - Rp 1,2 juta 

Prospeed : 10,59 dk @ 7.800 rpm/10,61 Nm @ 5.800 rpm - Rp 2 juta

0 Response to "Komparasi Knalpot Vespa Sprint 150 3V i.e, Adu Empat Merek Lokal "

Posting Komentar